KOMPAS.com - Seorang istri menjadi takut berhubungan intim karena suami sering mengeluhkan vaginanya yang terlalu basah. Ia sampai takut mengonsumsi buah-buahan tertentu karena khawatir vaginanya menjadi makin basah.
"Saya seorang istri berumur 33 tahun, sudah empat tahun menikah, dan punya satu orang anak. Selama menikah, suami beberapa kali mengeluhkan vagina saya yang katanya, terlalu basah. Saya jadi tidak enak dan kadang-kadang merasa takut waktu akan berhubungan intim. Takut suami mengeluh lagi.
Saya pernah membaca iklan mengenai ramuan tradisional untuk mengeringkan kelamin wanita. Terus terang, saya ragu membelinya karena takut berbahaya bagi kelamin saya. Saya mohon penjelasan, apakah normal kalau vagina saya terlalu basah, seperti kata suami saya?
Adakah obat yang dapat membuat agar kelamin saya tidak terlalu basah? Saya sudah tidak mau makan buah-buahan seperti pepaya, nanas, dan semangka, meski tidak ada perubahan.
W.S, Medan
Perlendiran = reaksi normal
Perlendiran vagina merupakan reaksi normal yang terjadi pada perempuan sehat ketika mengalami rangsangan seksual. Banyak tidaknya perlendiran vagina dipengaruhi dua faktor berikut. Pertama, kuat tidaknya rangsangan yang diterima.
Kedua, keadaan kesehatan perempuan, khususnya yang berkaitan dengan pembuluh darah dan hormon seks. Kalau seorang perempuan tidak cukup menerima rangsangan seksual, reaksi perlendiran vaginanya sedikit atau mungkin tidak terjadi.
Demikian juga kalau mengalami gangguan pembuluh darah, yang mengakibatkan aliran darah ke pembuluh darah di vagina terhambat. Menurunnya hormon seks seperti estrogen dan testoteron juga mengakibatkan perlendiran vagina berkurang atau terhambat. Karena itu, pada perempuan menopause terjadi hambatan perlendiran vagina.
Kalau Anda ternyata mengalami perlendiran vagina ketika terangsang dan melakukan hubungan seksual, itu berarti sesungguhnya Anda normal. Sayangnya, suami mengeluh "terlalu basah" yang tentu mengganggu perasaan Anda sebagai perempuan.
Mudah dimengerti kalau Anda merasa takut melakukan hubungan seksual. Mungkin juga muncul perasaan seperti rendah diri atau kurang percaya diri, yang kalau berlangsung lama dapat mengganggu fungsi seksual Anda.
Menghadapi keluhan suami yang subjektif itu, paling tepat kalau Anda memberitahu bahwa perlendiran vagina merupakan reaksi normal pada perempuan sehat. Artinya, tidak harus dihambat atau ditiadakan. Justru kalau dihambat atau dikurangi, hubungan seksual terganggu oleh rasa tidak nyaman.
Bukan tidak mungkin suami terpengaruh berita salah atau mitos tentang seks yang berkaitan dengan perlendiran vagina. Contohnya, mitos yang menyebutkan ada wanita yang "becek", ada yang "kering". Demikian juga mitos tentang beberapa buah-buahan dapat menyebabkan perlendiran vagina banyak.
Itu semua tidak benar. Jadi Anda tidak perlu sampai tidak memakan buah-buahan, hanya karena takut mengalami perlendiran vagina yang banyak, seperti keluhan suami. Anda juga tidak usah terpengaruh iklan yang menawarkan ramuan untuk mengurangi lendir vagina. Sepanjang perlendiran itu terjadi ketika Anda terangsang, itu normal dan sehat.
Kalau terasa mengganggu ketika melakukan hubungan seksual, barangkali cukup hanya dengan membersihkan lendir itu.
Konsultasi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And
Editor: Anna
source : Kompas.com
Mau pasang Iklan
Tang City dan Taman Palem dan Poris
Telp . 021.9140.9440
LOWONGAN KASIR - WAITER - TUKANG MASAK
WANITA
0817.9108.005
Saturday, 2 January 2010
Karena Miss.V Terlalu Basah
Wednesday, 13 August 2008
Cara Vagina Makin OK
8 Kiat Bikin Vagina Makin OK!
keasaman vagina menurut Dr Boy Abidin, SpOG kira-kira 7,1 sampai 7,3. Untuk menjaga stabilitas kesehatan vagina, perempuan sebaiknya memahami beberapa hal berikut:
1. Sesering mungkin mengganti pembalut.
2. Sesudah berhubungan seks, bagian luar vagina sebaiknya selalu dibersihkan. Tentu tidak dengan sabun biasa, melainkan gunakan sabun pembersih khusus vagina.
3. Gantilah celana dalam sekurang-kurangnya 2-3 kali sehari.
4. Gunakan celana dalam berbahan katun yang menyerap keringat. Bila menggunakan panty liner sebaiknya selama 2-3 jam saja.
5. Tidak mengenakan celana berbahan nilon, jins, dan kulit yang terlalu ketat.
6. Bagi wanita yang pernah berhubungan seksual dan melahirkan, setidaknya lakukan pap smear sekali setahun. Untuk mereka yang sudah menopause, lakukan 2-3 tahun sekali.
7. Jaga berat badan agar normal. Jangan sampai kegemukan karena membuat vagina tertutup lipatan lemak sehingga lembab.
8. Jaga kesehatan tubuh secara umum dengan mengasup makanan bergizi seimbang. (berbagai sumber/Adi)
JAKARTA (Suara Karya)
Masalah seksual wanita saat bercinta
Seks aman saat hamil
Pemicu gairah seksual
Daerah sensitive tubuh wanita
Foreplay kunci sukses orgasme
Manfaat spa vagina
Cara menolak ajakan kencan






